PAPUA - Berawal dari tugas perkuliahan, sekelompok mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih menghadirkan inovasi usaha berbasis pangan lokal.
Mereka membangun sebuah usaha mikro kecil dan menengah bernama “Cendrawasih Banana Treats” yang menjadikan pisang raja sebagai bahan utama camilan modern.
Inisiatif ini digagas oleh Agnes Ratu Tehresia Tail bersama enam rekannya yang ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap pisang.
Menurut mereka, pisang selama ini kerap dianggap sebagai makanan sederhana yang kurang memiliki nilai jual tinggi.
Baca juga: Ancaman Utang Proyek Mengintai Teluk Bintuni
Dari ide tersebut, lahirlah menu unggulan bernama Royal Bananique yang menjadi produk andalan dalam usaha mereka.
Produk ini menghadirkan konsep berbeda dari pisang goreng pada umumnya, dengan tampilan dan cita rasa yang lebih modern.
Pisang raja utuh diolah dengan balutan tepung basah dan tepung roti sehingga menghasilkan tekstur renyah setelah digoreng.
Keunikan utama terletak pada bagian tengah pisang yang dibuat kosong untuk diisi berbagai varian topping dan fla manis.
Selain produk utama, mereka juga menawarkan menu lain seperti Pisang Aroma, Cincau Bliss, dan Emerald Ice.
Baca juga: Dialog Papua Disorot, JDP Ingatkan Ubah Pendekatan
Menu-menu tersebut dipasarkan dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk menjangkau mahasiswa.
Pemilihan pisang sebagai bahan baku didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah serta fleksibilitas dalam pengolahan.
Dengan inovasi yang tepat, bahan sederhana ini dinilai mampu memiliki nilai tambah dan bersaing dengan produk modern lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi