PAPUA - Pemerintah menargetkan peningkatan status RSUD Perpetua J. Safanpo di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Minggu (21/6/2026). Penguatan fasilitas kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata hingga ke daerah terpencil.
Dalam kunjungannya, Wapres meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan di RSUD Perpetua J. Safanpo, mulai dari ruang perawatan, ruang nifas hingga Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Ia juga berdialog dengan tenaga kesehatan serta pasien mengenai kondisi pelayanan yang tersedia.
Gibran menegaskan pemerintah akan segera menindaklanjuti kebutuhan peningkatan rumah sakit tersebut agar masyarakat Asmat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap.
"Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi. Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini, jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga," tegas Wapres.
Direktur RSUD Perpetua J. Safanpo, drg. Yenny Yokung Yong, MDSc, Sp.Perio, mengatakan peningkatan status rumah sakit menjadi tipe C sangat penting untuk memperluas pelayanan spesialistik yang selama ini masih terbatas.
Menurutnya, peningkatan kelas rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan status kelembagaan, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Asmat dan wilayah sekitarnya.
"Harapannya, harapan kami dengan adanya kunjungan dari Bapak Wapres di sini, bisa mempercepat peningkatan kelas rumah sakit ini dari tipe D menjadi tipe C, dengan tentunya pelayanannya juga meningkat, kualitas pelayanannya meningkat, bukan hanya empat dasar tetapi juga bisa berkembang ke arah pelayanan kanker, jantung, stroke, dan urologi," jelas drg. Yenny.
Baca juga: Mendagri dan Kepala Daerah Papua Kompak Dukung Sensus Ekonomi 2026
Ia menjelaskan RSUD Perpetua J. Safanpo saat ini telah menjadi salah satu rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win pemerintah di sektor kesehatan.
Selain peningkatan status rumah sakit, pihak manajemen juga mengusulkan pengadaan sejumlah fasilitas medis yang dinilai sangat dibutuhkan, salah satunya alat CT Scan. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah.
"Jika alat ini bisa hadir di rumah sakit ini, tentunya akan mengurangi jumlah rujukan kami, tentunya juga beban biaya untuk rujukan akan berkurang," ujar drg. Yenny.
Saat ini biaya rujukan pasien Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Asmat, masih ditanggung melalui dana Otonomi Khusus. Pembiayaan tersebut meliputi transportasi pasien, pendampingan medis hingga penyediaan rumah singgah di Timika, Merauke, Jayapura, dan Makassar.
Selain kebutuhan alat kesehatan, rumah sakit juga membutuhkan penguatan infrastruktur digital guna mendukung penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian ialah peningkatan kapasitas jaringan internet.
"Salah satu yang perlu kami butuh bantuan adalah peningkatan kapasitas Wi-Fi di rumah sakit," ungkapnya.
Tantangan lain yang masih dihadapi rumah sakit adalah keterbatasan pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap kelancaran pelayanan medis maupun upaya pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit.
Dari sisi pelayanan kesehatan, RSUD Perpetua J. Safanpo masih menangani tingginya angka kasus malaria, demam berdarah dengue (DBD), diare, pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis, hingga meningkatnya kasus stroke dan penyakit jantung.
"Jadi itulah kenapa kita perlu pemeriksaan CT scannya. Semakin banyak," kata drg. Yenny.
Saat ini RSUD Perpetua J. Safanpo didukung sekitar 350 tenaga kerja, termasuk lebih dari 200 tenaga kesehatan. Rumah sakit tersebut memiliki 13 dokter umum, satu dokter gigi, dan 11 dokter spesialis yang melayani masyarakat Kabupaten Asmat. Pemerintah berharap peningkatan status menjadi rumah sakit tipe C akan semakin memperkuat akses layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di luar daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: