PAPUA - Panen raya jagung nasional di Kampung Sangaria, Arso I, Kabupaten Keerom, menghasilkan 30 ton jagung kering dari lahan seluas 6 hektare pada Kamis, 30 April 2026.
Capaian tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan sektor pertanian di wilayah Papua.
Kegiatan panen raya ini juga menunjukkan potensi besar daerah dalam meningkatkan produksi pangan lokal.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Keerom sebagai pusat ketahanan pangan.
Ia menyebut telah memiliki tekad kuat untuk mengarahkan Keerom menjadi lumbung pangan Provinsi Papua.
Baca juga: Kajari Manokwari Tegaskan Belum Tangani Kasus DAK 2023, Fokus Selesaikan Perkara Lama
Menurutnya, potensi lahan yang luas menjadi keunggulan utama yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pertanian.
Baca juga: Peringatan 63 Tahun 1 Mei, KNPB Soroti Status Papua dan Serukan Konsolidasi Rakyat
Pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan dinilai sebagai langkah strategis yang patut didukung.
Fakhiri menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan hadir mendampingi para petani.
Dukungan tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil panen.
Ia memastikan petani tidak akan dibiarkan berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha pertanian.
Panen raya ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan produksi jagung secara berkelanjutan.
Pemerintah juga mendorong adanya sistem pendampingan yang lebih terstruktur bagi para petani.
Dengan demikian, produktivitas pertanian di wilayah Keerom dapat terus meningkat.
Baca juga: Aset Miliaran Mangkrak di Mimika, Pesawat dan Helikopter Diduga Tak Terurus dan Disorot KPK
Potensi lahan yang luas dinilai mampu menjadikan Keerom sebagai tulang punggung suplai pangan.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain.
Ke depan, penguatan sektor pertanian diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jubi