PAPUA — Warga Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali menghadapi krisis air bersih yang semakin terasa setiap musim kemarau tiba.
Kondisi tersebut dikeluhkan langsung oleh Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, yang menggambarkan sulitnya akses air bersih hingga membuat warga harus berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, situasi menjadi sangat berat ketika musim kemarau berlangsung, karena sumber air yang terbatas tidak mampu mencukupi kebutuhan warga.
“Di sini kalau pas musim kemarau, paling setengah mati sekali. Susah air betul,” ungkap Robertus saat ditemui pada Jumat, 30 April 2026.
Baca juga: Buah-Buah Eksotis Khas Papua Jadi Daya Tarik Alam Timur Indonesia
Ia menjelaskan, warga hanya memiliki dua pilihan untuk mendapatkan air, yakni membeli dari depot air isi ulang atau menampung air hujan.
Namun, kedua sumber tersebut tidak selalu dapat diandalkan, karena distribusi depot air kerap terhambat, terutama saat tidak ada hujan.
Robertus menyebut, kondisi ini membuat warga harus menunggu dengan ketidakpastian untuk mendapatkan air bersih yang layak.
Dalam kondisi terdesak, sebagian warga terpaksa menggunakan air yang kualitasnya diragukan untuk kebutuhan konsumsi.
Baca juga: Peluncuran SLB Negeri Pembina Jadi Tonggak Pendidikan Inklusif di Papua
Ia mengungkapkan, ada warga yang mencoba menyiasati dengan menambahkan kapur agar air terasa lebih segar, meski risiko kesehatan tetap menjadi kekhawatiran.
Selain itu, air dari sumur pompa juga digunakan sebagai alternatif, meskipun belum tentu aman dan hanya diolah seadanya dengan cara direbus.
Situasi ini dinilai dapat berdampak pada kesehatan masyarakat jika terus berlangsung tanpa penanganan serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Papuanewsonline.com