PAPUA – Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang pria yang meninggal dunia di kawasan pendulangan Jalan Tambang Mile 21, Kabupaten Mimika, Sabtu (25/7/2026) pagi.
Laporan mengenai peristiwa tersebut diterima pihak kepolisian sekitar pukul 05.27 WIT. Namun, saat personel tiba di lokasi kejadian, jenazah korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh warga menuju RSUD Mimika untuk menjalani pemeriksaan medis.
Korban diketahui berinisial B.H. (37), seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai pendulang di kawasan tambang. Korban juga diketahui tinggal tidak jauh dari lokasi tempat ia ditemukan meninggal dunia.
Kabar meninggalnya korban mengejutkan keluarga maupun warga sekitar. Menurut keterangan yang dihimpun, korban dikenal sebagai pribadi yang tenang dan rajin bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Tim kepolisian kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, mendatangi lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan tim medis yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, petugas menemukan bekas jeratan tali berupa simpul hidup pada bagian leher korban. Selain itu, kondisi tubuh korban juga telah memasuki fase kaku mayat yang menunjukkan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan.
Hasil pemeriksaan awal tersebut juga menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun bekas penganiayaan pada tubuh korban. Temuan itu menjadi salah satu dasar awal dalam proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut diduga merupakan tindakan mengakhiri hidup sendiri dengan cara gantung diri. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab dan latar belakang kejadian secara menyeluruh.
Baca juga: Luas Kota Jayapura Didominasi Muara Tami, Wilayah Ini Mencakup Dua Pertiga Total Area Kota
Penyidik masih mendalami berbagai informasi, termasuk meminta keterangan dari pihak keluarga, rekan kerja, maupun warga yang mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Polres Mimika juga terus mengumpulkan berbagai bukti pendukung guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara objektif sesuai prosedur penyidikan yang berlaku.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi maupun dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat diminta memberikan kesempatan kepada aparat untuk menyelesaikan proses penyelidikan secara profesional dan kepada keluarga korban untuk menjalani masa berkabung dengan tenang.
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar. Dukungan dari keluarga, sahabat, rekan kerja, maupun lingkungan sosial dinilai memiliki peran penting dalam membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: