Taman Kota Merah Putih di Kelurahan Brambaken, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua (Ist)
PAPUA – Taman Kota Merah Putih di Kabupaten Biak Numfor kini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang semakin diminati masyarakat. Kehadiran taman yang berada di Kelurahan Brambaken, Distrik Samofa, tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang nyaman, sekaligus memperkuat sektor pariwisata di wilayah Papua.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus melakukan pengembangan berbagai fasilitas wisata sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya tarik daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Taman Kota Merah Putih, yang dibangun untuk memberikan ruang rekreasi sekaligus mempercantik wajah Kota Biak.
Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, mengatakan keberadaan taman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi aset daerah yang harus dijaga bersama.
"Fungsi taman untuk tempat hiburan setiap keluarga sehingga fasilitas umum di area publik ini harus dirawat dengan baik dan tidak boleh dirusak," ujar Herry Ario Naap di Biak.
Menurutnya, penyediaan ruang terbuka publik merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat modern. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kawasan wisata yang nyaman, aman, dan mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain Taman Kota Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga mengembangkan sejumlah destinasi wisata lainnya menjelang penyelenggaraan Sail Teluk Cenderawasih 2023. Berbagai lokasi tersebut dipersiapkan untuk mendukung promosi pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Biak.
Baca juga: Tukang Ojek Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Polisi Kejar Pelaku di Mimika
Beberapa kawasan yang dikembangkan meliputi Pantai Samau yang menjadi salah satu venue utama Sail Teluk Cenderawasih, Taman Kota Jalur Dua Samofa, Taman Mandouw, hingga kawasan wisata Mangrove yang menawarkan keindahan alam khas pesisir Papua.
"Dengan selesainya pembangunan berbagai fasilitas objek wisata maka akan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Pulau Biak," ujarnya.
Pemerintah daerah berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dipelihara dengan baik oleh masyarakat. Perawatan terhadap sarana publik dinilai menjadi faktor penting agar kawasan wisata tetap nyaman dan memiliki daya tarik dalam jangka panjang.
Selain mempercantik kawasan perkotaan, keberadaan objek wisata tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Meningkatnya jumlah wisatawan diharapkan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga penyedia jasa lainnya.
Herry menilai, apabila fasilitas wisata terus terjaga dan ramai dikunjungi, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata.
Salah seorang pengunjung, Insar Yawan, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana taman sekaligus mengajak anak-anak berlibur tanpa harus pergi jauh dari pusat kota.
"Kita datang dengan anak ke taman ingin berswafoto dengan latar belakang Burung Garuda dan burung Mambruk serta tokoh Proklamator Ir Soekarno dan Presiden Jokowi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: