Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 09:28 WIB

Ancaman Ikan Sapu-Sapu Di Danau Sentani Terungkap, Spesies Invasif Diduga Sudah Lama Berkembang

Ancaman Ikan Sapu-Sapu Di Danau Sentani Terungkap, Spesies Invasif Diduga Sudah Lama Berkembangilustrasi

PAPUA — Penemuan ikan sapu-sapu atau pleco yang sempat viral di media sosial mengungkap fakta bahwa spesies tersebut bukan pendatang baru di Danau Sentani, Papua, melainkan telah lama hidup dan berkembang di perairan tersebut.

Ikan berukuran besar yang ditemukan baru-baru ini diperkirakan telah berusia antara tiga hingga lima tahun dan diduga sedang dalam masa berkembang biak.

Hal itu terlihat dari kondisi perut ikan yang membesar, yang mengindikasikan adanya potensi reproduksi aktif di lingkungan perairan tersebut.

Baca juga: Tragis Di Tengah Malam, Pria Ditemukan Tewas Dengan Luka Serius Di Belakang Grapari Timika

Spesies ini diketahui memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat cepat, dengan jumlah telur yang bisa mencapai ribuan dalam satu siklus.

Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, ikan ini sudah mampu bereproduksi kembali, sehingga populasinya berpotensi meningkat secara signifikan.

Berdasarkan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2020, sekitar 70 persen nelayan di wilayah Asei-Ifale menyatakan ikan ini telah banyak ditemukan sejak awal tahun 2000-an.

Baca juga: Piknik Buku Di Mimika Jadi Ruang Santai Menumbuhkan Budaya Literasi Generasi Muda

Diduga, keberadaan ikan tersebut berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium ke perairan umum, mengingat fungsinya sebagai pembersih kaca akuarium.

Fenomena ini sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan terhadap lalu lintas dan pelepasan ikan non-lokal ke lingkungan perairan alami.

Padahal, peraturan yang berlaku melarang peredaran bebas spesies invasif seperti ini, dengan ancaman pidana hingga tiga tahun penjara dan denda maksimal Rp3 miliar.

Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu memiliki daya adaptasi tinggi yang membuatnya mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan.

Baca juga: Ketidakpastian Jabatan Kepala Kampung Ayuka Hambat Pembangunan Dan Pelayanan Warga

Keberadaannya berpotensi merusak ekosistem, terutama dengan mengganggu dasar perairan serta bersaing dengan ikan lokal dalam memperebutkan sumber makanan.

Selain itu, ikan ini juga dinilai tidak aman untuk dikonsumsi karena berisiko mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Masyarakat diimbau untuk tidak melepaskan ikan peliharaan ke perairan umum dan segera melaporkan atau menangkapnya jika ditemukan, sementara pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah konkret seperti penangkapan massal, edukasi publik, serta penguatan budidaya ikan lokal sebagai solusi berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ancaman Ikan Sapu-Sapu Di Danau Sentani Terungkap, Spesies Invasif Diduga Sudah Lama Berkembang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!