Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 09:37 WIB

Damai Di Tanah Papua: Kesalahpahaman TNI Dan Gereja Di Timika Berakhir Rekonsiliasi

Damai Di Tanah Papua: Kesalahpahaman TNI Dan Gereja Di Timika Berakhir RekonsiliasiPastor Paroki, menyampaikan pandangan mengenai persoalan kehadiran prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (03/05/2026) (papuanewsonline.com)

PAPUA — Persoalan yang sempat mencuat terkait kehadiran sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Pastoran Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diselesaikan secara damai melalui jalur dialog dan saling pengertian.

Perdamaian tersebut disampaikan langsung oleh Pastor Paroki, RD Amandus Rahadat Pr, yang menegaskan bahwa pihak gereja telah menerima permintaan maaf resmi dari pihak TNI atas insiden yang terjadi.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kegiatan pemeriksaan keamanan yang dilakukan aparat menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Mimika.

Baca juga: Ancaman Ikan Sapu-Sapu Di Danau Sentani Terungkap, Spesies Invasif Diduga Sudah Lama Berkembang

Langkah pengamanan itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar untuk memastikan situasi tetap kondusif selama agenda kenegaraan berlangsung di daerah tersebut.

Namun, kehadiran aparat di lingkungan gereja sempat memicu berbagai reaksi dari umat setempat hingga komunitas Katolik di sejumlah daerah di Indonesia.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas yang menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat, khususnya umat yang merasa ruang ibadahnya terganggu.

Baca juga: Tragis Di Tengah Malam, Pria Ditemukan Tewas Dengan Luka Serius Di Belakang Grapari Timika

Menyikapi kondisi tersebut, para pihak sepakat menempuh jalan dialog untuk menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan menghindari konflik berkepanjangan.

Pertemuan klarifikasi pun digelar di lingkungan keuskupan sebagai lokasi netral, dengan melibatkan pihak gereja dan perwakilan TNI.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yang terlibat mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan di lapangan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Baca juga: Piknik Buku Di Mimika Jadi Ruang Santai Menumbuhkan Budaya Literasi Generasi Muda

Permintaan maaf itu diterima oleh pihak gereja dengan sikap terbuka, sebagai bagian dari semangat rekonsiliasi dan menjaga persaudaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Papuanewsonline.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Damai Di Tanah Papua: Kesalahpahaman TNI Dan Gereja Di Timika Berakhir Rekonsiliasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!